Posted by : Endriawan Jumat, 03 Agustus 2012


   Ibu joko deg-gegan. Kira-kira sebulan lagi, cucu pertamanya ikut meramaikan dunia.
     "Sudah disiapkan namanya, Bu?" tanya Bu Ida.
     "Nak, itu dia masalahnya," seru Bu Joko. "Nyari nama buat anak itu ternyata enggak mudah. Sudah ditimbang sana, timbang sini, eee..ya belum cocok juga. kalau ada yang mau urun rembug, boleh-boleh saja meramaikan bursa calon nama cucu pertama saya."

     "Ada syaratnya nggak? Tanya Bu Ida.
     "Walah, nyari nama saja mesti pake syarat tho."cetus bu Atsrid. "susah juga dong. padahal kata shakepears what is in name? apalah arti sebuah nama."
    "Eh, sebuah nama itu berarti banyak lho. Berarti kepercayaan diri, kebanggaan, ciri khas suku, bangsa, harapan, ya pokoknya banyak lah," tambah Ummi Dini.
    "Nak, itu.jadi ndak bisa sembarangan lho kasih nama buat anak,"kata Bu Joko pula.
     "Lha iya, tetangga saya ngasih nama anaknya Centong, sebab katanya waktu lahir barengan pas centong nasinya jatuh. Apa nggak kebangetan?"kata Bu Astrid gemas.
    "Oo, jangan heran. Ada lho yang biasa ngasih nama anak sesuai apa yang dilihat pertama kali waktu habis melahirkan. Makanya kenalan saya ada yang nama anaknya Bulan, Gunung, jug Banjir," tambah bu Chandra
    "Suku indian malah biasa memberi nama berdasarkan kondisi alam. Ya supaya anaknya bisa mengambil sifat positif dari alam. Makanya ada yang bernama Elang Perkasa, Kijang Lincah, atau Angin Utara. Dalam bahasa Indian lho ya." ujar Ummi Dini
      " Jadi, siapa nih nama calon cucu Bu Joko?"Tanya Bu Astrid.Semua mikir-mikir.
       "Susah juga ya. Laki-laki atau perempuan sih?"Tanya Bu Ida
      "Menurut USG sih katanya laki-laki."
      "Bagaimana kalau teguh saja. Teguh Iman Satrio misalnya,"usul Bu Chandra
       "Kok ya mirip slogan Jakarta. Teguh Beriman."
      "Eko saja. Anak pertama, kan,"kata Bu Astrid
      "Wicaksono, biar anaknya jadi orang bijaksana,"kata Bu Candra lagi.
      "Muhammad saja, biar meniru akhlak dan perilaku Rasul," usul Bu Ida,
      "Muhammad apa?" tanya Bu Joko
      "Ya, Muhammad Eko kalau begitu." Bu Astrid masih berkeras dengan Eko-nya
      "Kok ya seperti kurang pas," Bu Joko belum puas.
      "Mesti di cari yang lain. Muhammad Abdurrahman misalnya," kata Bu Ida.
      " Atau Muhammad Ali, supaya juga meniru kecerdasan dan keberanian Ali bin Abi Thalib," usul Ummi Dini.
     "Lha, jangan-jangan saya kira pecandu tinju," kata Bu Joko pula.
     "Ya Muhammad Usamah sajalah," kata Bu Astrid."mumpung lagi ngetren."
    Ibu-ibu senyum-senyum. "Nah bagus itu. Osama kan lagi ngetop.Dan lagi katanya orangnya memang baek.Nggak seperti sangkaan Amerika," kata Bu Ida yang rupanya hobi baca berita koran.
      " Hus, cari nama kok ya mikirin ngetren," cetus Bu Candra.
      " Tapi, Usamah memang nama yang bagus kok. Kalau merujuk ke sejarah, itu kan nama Usamah bi Zaid, sahabat yang terkenal karena keberanian dan keimananya. Dia anak Zaid bin Haritsah, sahabat yang juga anak asuh kesayangan Nabi. Sejak kecil sudah ikut gemblengan Rasul. Sudah terjamin mutunya!Makanya nggak heran usia 18 tahum sudah di percaya memimpin pasukan kaum Muslimin memerangi tentara Romawi. Padahal dalam pasukan itu ada sahabat-sahabat senior macam Umar bin Khalid bim Walid lho," papar Ummi Dini.
       Ibu-ibu menggeleng."Ck...ck.....ck hebat betul ya,"
       "Terus pasukannya menang?" tanya Bu Joko yang agaknya baru tahu kok ada remaja belasan tahun sehebat itu.
       "Iya,"Jawab Ummi Dini.
        "Wah, boleh juga tuh Bu Joko. Anaknya diberi nama Usamah atau Muhammad Usamah, atau biar ada indonesia-indonesianya ya Muhammad Eko Usamah," kata Bu Astrid lagi
        "Baik, baik. terimakasih deh kalau begitu. Usul demi usul sudah di ajukan. Nanti biar orangtuanya yang memutuskan,"kata Bu Joko akhirnya.
         "Tah, apapun namanya, yang penting nama yang baik. Nama yang bisa membawa kemuliaan, memberi kebanggaan dan berisikan doa yang baik," kata Ummi Dini
        Ibu-ibu manggut-manggut.
       "Ngomong-ngomong nama bapaknya, ee.... mantu Bu Joko siapa tuh? Saya kok lupa-lupa ingat,"tanya Bu Ida.
      "Namanya Raden Mas Pambudi Hadiningrat," kata Bu Joko. "Memang masih ada turunan kraton sih...."tambahnya dengan sedikit sumringah
       "Wah, wah, wah, tambah cocok," kata Ummi Dini.
       "Apanya?" tanya ibu-ibu hampir serempak.
        " Kalau namanya Usamah berarti jadi Usamah bin Raden dong."
        Ibu-ibu tertawa. Itu baru nama Indonesia  

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Popular Post

Visitors

free counters

Followers

- Copyright © eji endriawan -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -